Eksistensi Hati Petualang III

???????????????????????????????

Hitam-putih masa depan tidak akan kembali kecuali kepada orang yang menjalaninya. Sejauh mana kita bisa memanfaatkan waktu itu, maka seperti itulah masa depan yang akan dijumpai nanti. Bagaimana pun waktu terus merambat, dan tiap-tiap hari punya ceritanya sendiri.

Waktu terus bergulir, perubahan demi perubahan terus berjalan. Sementara itu kita tidak pernah tahu akan nasib diri di esok hari. Masihkah kita punya jatah hidup? Atau jatah itu habis tepat di esok hari? Wallahu a’lam.

Seorang hamba yang sedang meniti jalan takwa akan terus berjalan. Di satu titik dia berhenti untuk menengok ke belakang, memperhatikan sejauh mana dia telah menempuh perjalanan. Kemudian dia berjalan kembali. Di titik berikutnya, dia berhenti kembali untuk menengok ke belakang. Begitu seterusnya. Tidak henti-hentinya diri menghitung diri.

Teringat nasihat berharga dari salah seorang pilar umat ini, Umar bin Khathab ra. Beliau berkata: “Hitung-hitunglah diri kalian sebelum (kelak) kalian akan dihitung (di hari perhitungan)” . Dengan menghayati petunjuk-petunjuk keimanan ini, kita akan selalu waspada. Setiap satuan waktu tidak kita biarkan berlalu tanpa kebaikan.

-Surakarta, Jum’at, 28 November 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: