Struktur dan Fungsi Sel dan Jaringan pada Tumbuhan

Surakarta, 03 Februari 2014

Salam I.M.A.J.I.N.A.S.I!!! Sekarang gilirannya membayangkan bagimana kayu itu bisa keras. Sel tumbuhan memiliki ciri yang sama dengan sel eukariotik dengan tiga keunikan, yaitu kloroplas (tempat terjadinya fotosintesis), vakuola pusat mengandung cairan yang berguna untuk menjaga turgor sel, dan dinding sel yang melapisi membran plasma.

Skema 1 menunjukkan bersatunya dinding sel dari dua sel. Dinding sel tumbuhan tersusun terutama oleh karbohidrat struktural, yaitu selulosa. Banyak sel tumbuhan, khususnya yang berfungsi untuk penyokong, memiliki dua bagian dinding sel. Pertama, dinding sel primer pada bagian permukaan dan kedua, dinding sel sekunder, lebih kaku yang terletak antara dinding sel primer dan membran plasma. Dinding sel primer pada sel-sel yang saling berdekatan dalam jaringan tumbuhan, terikat bersama oleh lapisan yang rekat disebut lamela tengah. Terdapat lubang yang terletak pada dinding sel yang tipis sehingga memungkinkan kandungan dari sel yang berdekatan saling menyambung.

struktur sel tumbuhan
Skema 1. The structure of a plant cell

Struktur sel tumbuhan dan dinding sel berkolerasi dengan fungsi yang dibebankan pada sel tersebut. Seperti yang terlihat pada skema, yang menujukkan bahwa lima tipe sel tumbuhan dan perhatikan strukturnya yang teradaptasi sesuai dengan fungsi spesifiknya.

Sel Parenkim

Tipe sel yang paling banyak pada tumbuhan (skema 2). Sel ini tetap hidup samapai tumbuhan dewasa dan biasanya hanya memiliki dinding sel primer yang tipis dan lentur. Sel parenkim berfungsi untuk metabolism pada tumbuhan, seperti fotosintesis, respirasi aerobik dan penyimpanan makanan. Sebagian besar sel parenkim dapat dibedakan dengan tipe sel lainnya pada kondisi tertentu (eg. selama masa penyembuhan luka). Di laboratorium, sel parenkim dapat dikultur menjadi tumbuhan utuh.

sel parenkim
Skema2. Parenchyma cell

Sel Kolenkim

Sel ini sama dengan sel parenkim (skema 3) dalam hal tidak memiliki dinding sel sekunder, tetapi mengalami penebalan merata dinding sel primer. Fungsi utamanya adalah menyediakan sokongan kelenturan pada bagian tumbuhan yang masih tumbuh. Ujung muda dan petiole mengandung sel kolenkim hanya pada bagian bawah permukaannya (suluran pada tangkai seledri). Sel hidupnya memanjang sebagai cabang dan daun yang tumbuh.

sel kolenkim
Skema 3. Collenchyma cell

Sel Sklerenkim

Sel sklerenkim (skema 4) memiliki dinding sel sekunder yang tebal. Biasanya diperkuat dengan lignin (komponen kimia utama kayu). Sel sklerenkim dewasa tidak dapat memanjang dan biasanya terdapat pada bagian tumbuhan yang tidak tumbuh lagi. Ketika sudah dewasa, sebagian besar sel sklerenkim mati dan dinding selnya menjadi kaku (seperti skeleton/ tulang) untuk menyokong tumbuhan.

Pada skema menujukkan dua tipe sel sklerenkim. Pertama disebut fiber, panjang dan ramping, biasanya tersusun dalam ikatan. Beberapa jaringan tumbuhan yang memilki sel fiber melimpah, secara komersial penting (eg.serat rami) untuk tali dan pakaian. Kedua, Sklereida, lebih pendek dari sel fiber, tebal, tidak teratur dan dinding sel sekundernya sangat keras. Sklereid memberikan kekrasan pada kulit kacang dan lapisan biji serta tekstur berpasir jaringan lunak pada buah pear.

Angiosperm memiliki dua tipe sel penyalur air, yaitu tracheid dan vessel element. Keduanya bersifat kaku dan dinding sel sekunder berlignin. Pada skema, menunjukkan tracheid yang panjang dengan sel tipis berujung lancip. Rantai dari tracheid atau vessel element dengan ujung yang saling tumpang tindih membentuk system pipa yang dapat mengalirkan air dari akar ke batang dan daun. Pipa ini berongga dikarenakan baik tracheid dan vessel element mati ketika dewasa dengan menyisakan dinding selnya saja. Air melewati lubang-lubang di dinding tracheid dan vessel element dengan pembukaan melalui ujung dinding vessel element. Karena ketebalan, kekakuan dinding, sel ini juga berfungsi untuk penyokong.

Sel penyalur makanan, disebut pula anggota pipa penyaringan, tersusun secara ujung ke ujung, membentuk seperti pipa. Tidak seperti sel penyalur air, pipa penyaringan ini tetap hidup ketika dewasa walaupun kehilangan sebagian besar organela termasuk nukleus dan ribosom. Reduksi kandungan sel ini memungkinkan nutrisi dapat mudah melewati sel. Ujung dinding antara pipa-pia penyaringan, disebut lempengan penyaringan yang memiliki pori-pori yang memfasilitasi aliran cairan dari sel ke sel sepanjang pipa penyaringan. Disepanjang sisi setiap pipa penyaringan terdapat Companion Cell, yang terhubung dengan sel pipa penyaringan melaui banyak plasmodesmata. Satu sel companion dapat membantu banyak pipa penyaringan melalui produksi dan transportasi protein.

slerenkim
Skema 4. Sclerenchyme cells

Seperti pada hewan, jaringan sel tumbuhan dapat dikelompokan berdasarkan karakter fungsinya. Sebagai contoh, ada dua tipe jaringan vascular, satu dapat menyalurkan air, lainnya menyalurkan makanan. Jaringan vascular yang disebut xylem mengandung sel penyalur air yang menyalurkan air dan melarutkan mineral menuju atas dari akar. Jaringan vascular disebut floem yang mengandung pipa penyaringan, berfungsi mengalirkan gula dari daun atau jaringan penyimpanan atau ke bagian lain tumbuhan. Selain itu sel penghubung, floem dan xylem juga mengandung sel sklerenkim (membirikan kekuatan penyokong) dan sel parenkim (menyimpan beragam material)…Wahju S. Hidayat/ EnTech Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: