Prosesor data paling rumit: Sistem Saraf (pengenalan)

Surakarta, 30 Januari 2014

Salam I.M.A.J.I.N.A.S.I!!! nah, pada kali ini kita berimajinasi bagaimana kita dapat berimajinasi, yaitu karena sistem saraf. Sistem saraf merupakan sistem operasi data yang terorganisasi paling rumit di bumi ini. Otak anda, dapat mengandung kira-kira 100 miliar neuron (sel saraf) yang terkhususkan untuk membawa sinyal dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam tubuh. Neuron terdiri dari badan sel yang mengandung nukleus dan organela. Selain itu ada perpanjangan tambahan dari badan sel (panjang dan lembut) yang disebut serat neuron untuk menyampaikan sinyal. Setiap sel neuron dapat berkomunikasi dengan ribuan neuron lainnya sehingga membentuk jaringan yang mampu membuat kita berimajinasi, belajar, mengingat, berkreativitas, bergerak dan melihat alam sekitar.

Sistem saraf dibagi menjadi dua divisi utama, yaitu sistem saraf pusat (CNS) yang terdiri dari otak dan spinal cord (sumsum tulang belakang pada vertebrata). Kedua, sistem saraf tepi (PNS), menyusun sebagian besar garis komunikasi, disebut saraf yang berfungsi membawa sinyal masuk dan kelauar dari CNS. Saraf itu seperti kabel yang terhubung dari perpanjangan neuron yang dibalut dengan kuat oleh jaringan penghubung. Selain itu, pada PNS juga terdapat ganglia (tunggal: ganglion), yang merupakan sekumpulan badan sel neuron.

Sistem saraf memiliki tiga fungsi saling terkoneksi, yaitu sensory input (mengkonduksikan sinyal dari sensor reseptor, seperti sel pendeteksi kehadiran cahaya pada mata ke lokasi pusat integrasi. Kedua Intergration (integrasi data), yaitu penerjemahan sinyal dan merumuskan respon. Ketiga Motor Output, yaitu menghubungkan sinyal dari pusat integrasi ke sel effector (sel otot atau sel kelenjar) sehingga menunjukkan terjadinya respon pada tubuh. Integrasi dari sensory input dan motor output tidaklah kaku dan lurus, tetapi dapat melibatkan aktivitas bersambung yang dapat disimbolkan pada skema 1.

Pengaturan sistem saraf
Skema 1. Organization of a nervous system

Hubungan antara neuron dan struktur sistem saraf beserta fungsinya dapat kita lihat pada sirkuit sederhana secara relative pada gerak reflek atau respon otomatis terhadap rangsangan (Skema 2). Tiga tipe fungsional dari neuron pada sistem saraf meliputi, sensory neuron berfungsi menyampaikan sinyal (informasi) dari reseptor sensori ke CNS. Kedua, interneuron yang berlokasi seluruhnya didalam CNS. Mereka mengintregasi data dan selanjutnya menyalurkan sinyal yang tepat ke interneuron atau ke neuron motor. Motor neuron berfungsi menyampaikan sinyal dari CNS ke sel effector. (untuk kesederhanaan, skema hanya melibatkan beberapa tipe funsional sel neuron, pada kondisi aslinya banyak melibatkan tipe funsional sel neuron).

gerak reflex
Skema 2. The knee-jerk reflek

Gerak reflek

Ketika lutut dipukul, 1. Reseptor sensori mendeteksi pereganggan pada tendon, dan 2. Neuron sensori menyampaikan informasi ini ke CNS ( spinal cord/ sumsum belakang). Didalam CNS, informasi ini berjalan ke, 3. Neuron motor dan ke, 4. Interneuron. Satu set otot (quadriceps) merespon untuk sinyal motor yang disampaikan oleh neuron motor melalu kontraksi, sentakan kaki bawah ke depan. Pada waktu yang bersamaan, motor neuron lainnya, merespon sinyal dari interneuron, mencegah otot fleksor sehingga menjadikannya relax dan tidak melawan aksi quadriceps. Sistem saraf bergantung dari kemampuan neuron menerima dan menyampaikan sinyal.

Sistem saraf tepi (PNS) vertebrata merupakan herarki funsional

PNS dapat dibagi menjadi dua komponen funsional, yaitu system saraf somatic dan system saraf outonomik (Skema 3). Sistem saraf somatic membawa sinyal ke dan dari otot skeletal, terutama dalam merespon rangsangan eksternal. Ketika anda menyentuh kompor panas, seketika itu neuron mengirimkan perintah ke tangan anda untuk mengelak. Sistem saraf somatic diakatakan voluntary karena kebanyakan aksinya dibawah control kesadaran. Namun, kebanyakan aktivitas otot skeletal sebenarnya dikontrol oleh reflek yang dimediasi spinal cord atau brainstem.

Sistem saraf tepi
Skema 3. Functional divisions of the vertebrate PNS

Sistem saraf autonomic meregulasi lingkungan internal melalui pengontrolan otot halus dan kardia (jantung) serta organ digestif, cardiovascular, excretory, dan system endokrin. Kontrol ini pada umumnya involuntary. Seperti yang terlihat pada skema, system saraf aoutonomik tersusun dari tiga divisi: simpatik, parasimpatik dan enteric…Wahju S. Hidayat/ EnTech Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: