Mekanisme Pewarnaan Gram Bakteri

Surakarta, 24 Februari 2014

Salam I.M.A.J.I.N.A.SI!!!.Dengan adanya pengaturan peptidoglikan, sel bakteri dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pewarnaan. Mekanisme ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel bakteri garm negative dan gram positif serta bagaimana reaksinya terhadap beragam reagen (substansi yang digunakan untuk menghasilkan reaksi kimia). Kristal violet, pewarna utama, mewarnai ungu baik bakteri gram positif dan gram negative dikarenakan pewarna ini memasuki sitoplasma kedua tipe sel ini. Ketika Iodin (Mordant) di aplikasikan, menyebabkan krital violet-iodin sulit melewati dinding sel. Aplikasi alcohol dapat mendehidrasi peptidoglikan sel gram positif sehingga menyebabkan impermeable terhadap kristal violet-iodin. Sedangkan pengaruh bagi sel gram negative berbeda, dimana alcohol melarutkan membrane luar sel gram negative dan menghasilkan lubang kecil pada lapisan tipis peptidoglikan sehingga kristal violet-iodin menyebar/ keluar. Karena bakteri gram negative kehilangan warna setelah pencucuian dengan alcohol, penambahan safranin menjadikan sel merah muda. Safranin memberikan warna kontras terhadap pewarna utama (kristal violet). Walaupun sel gram positif dan gram negative dapat menyerap safranin, warnah merah muda safranin tertutupi oleh ungu gelap yang diserap sebelumnya oleh bakteri gram positif.

Dalam banyak populasi sel, beberapa sel gram positif terkadang menujukkan sifat gram negative. Biasanya pada sel gram positif yang telah mati. Namun, beberapa genera sel gram positif yang menunjukkan peningkatan karakter sel gram negative sama dengan usia kultur. Bacillus dan Clostridium sebagai contoh dapat dideskripsikan sebagi gram variable.

Pewarnaan ACID-FAST dinding sel

Digunakan untuk mengidentifikasi semua bakteri genus Mycobacterium dan spesies patogenik Nocardia. Bakteri ini mengandung konsentrasi tinggi (60%) lipid lilin hidrofobik (Mycolic acid) pada dinding selnya yang mencegahnya dari pewarnaan termasuk pewarnaan gram. Asam mikolat ini terbentuk di lapisan luar dari lapisan tipis peptidoglikan. Asam mikolat dan peptidoglikan bergabung bersama oleh polisakarida. Dinding sel lilin hidrofobik ini menjadikan kultur mikobakteria membentuk gumpalan dan melekat kuat pada petri dish. Bakteri Acid-fast dapat diwarnai dengan carbolfuchin: pemanasan meningkatkan penitrasi warna. Carbolfuction penitrasi dinding sel berikatan dengan sitoplasma dan menolak penghilangan oleh pencucian dengan asam alcohol. Bakteri acid-fast mempertahankan warna merah dari carbolfuchin karena lebih soluble didalam dinding sel asam mikolat daripada di dalam asam alcohol. Jika asam mikolat dihilangkan dari dinding sel bakteri ini, maka acid fast bakteri akan menujukkan gram positif dengan pewarnaan gram…Wahju S. Hidayat/ EnTech Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: