Kaum Muda Bicara Indonesia: Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?

Berkenaan dengan tema “Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Desa Mandiri Energi” di www.darwinsaleh.com., saya berpandangan bahwa:

Namun sebelumnya, tahu gak kawan seperjuangan, petani miskin awam seperti bapak saya pun bisa yakin bahwa negara Indonesia merupakan negara super subur. Keanekaragaman Biodiversitas yang sangat tinggi dengan predikat megabiodiversitas. Sungguh luar biasa kan, masak cuman nanam singkong aja kerepotan. Ya!!! itulah singkong, sumber daya potensial untuk produksi energi alternatif bioetanol. Bioetanol dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar fosil dan bersifat bahan bakar cair terbarukan. Bisa juga dimanfaatkan sepenuhnya sebagai bioetanol murni yang tentunya dikhususkan bagi mesin bermotor berbahan bakar jenis ini.

Sederhananya, pembuatan bioetanol adalah dengan menempatkan gilingan singkong dalam reaktor atau wadah seperti drum kendap udara dengan ditambahkan suatu spora mikroba khusus. Nah, mikroba inilah yang selanjutnya dapat mengubah gilingan singkong ini menjadi bioetanol. Sebenarnya masih banyak proses yang ada meliputi fermentasi, destilasi dan dehidrasi, namun tidak dimungkinkan dijelaskan disini semua. Pokoknya dasarnya seperti itu deh. Berikut saya akan menampilkan (skema 1) sederhana pembuatan bioetanol dan untuk videonya dapat dilihat dibawah ini.

proses pembentukan bioetanol

Skema 1. Gilingan-gilingan singkong ditempatkan pada wadah drum kendap udara yang selanjutnya giliran mikroorganisme     mengubahnya menjadi bioetanol. Kendaraan bermesin dengan bahan bakar khusus bioetanol dapat langsung menggunakannya.

Seperti ada yang menghalang-halangi saja perkembangan energi alternatif di Indonesia, mungkin dari pemerintah sendiri demi keuntungan atau akal-akalan negara superior dalam upaya monopoli bahan bakar. Mereka-kan tahu dan sadar negara Indonesia kaya sumber daya alamnya, mangkanya perlu diakal-in. Nah seharusnya kita sadar akan hal ini dan harus bangkit, masak ilmuwan-ilmuwan Indonesia jualan makanan atau malah bekerja di luar negeri. Dan kenyataan memang diluar negeri ilmuwan-ilmuwan Indonesia lebih dihargai dan dibayar mahal.

Bukan rahasia lagi bahwa perkembangan teknologi genetika molekular dan mikrobiologi sudah sangat pesat, maka saya dapat positif thingking bahwa Indonesia bisa menjadi pioneer pertama produksi bioetanol. Dengan penerapan teknologi mikrobiologi, maka para saintis seperti saya dapat menemukan cara memaksimalkan produksi biomaterial oleh mikroba-mikroba yang berperan dalam mengubah singkong menjadi bietanol. Dengan teknologi rekombinan (pencampuran secara terurut) DNA (deoxyribonucleic acid) dari ilmu genetika molekular, maka dapat direkayasa suatu gen (sandi/ kunci) yang memiliki banyak fungsi-fungsi positif, bahkan dengan ini dapat dihasilkan produk tanpa efek samping seperti asam asetat yang dapat mempengaruhi produksi bioetanol. Kadang imajinasi saya melambung tanpa batas, dengan bermimpi Indonesia menjadi seperti ini. Mandiri dalam bidang teknologi dan sain. Skema 2 berikut menampilkan bagaimana para ilmuwan menciptakan insulin. Degan mencari gen penting yang mengkode produksi insulin, ilmuwan dapat mensisipkan gen tersebut pada bakteri yang memiliki kemampuan produksi metabolit sekunder tinggi. Prinsipnya sama apabila ingin menciptakan mikroba khusus yang super mengubah singkong menjadi bioetanol tinggi. Untuk video, bagaimana ilmuwan menciptakan mikroba super melalui teknik DNA rekombinan dapat disaksikan pada video berikut.

Dna rekombinan pada mikroorganisme

Skema 2. Gen penting yang memiliki kemampuan khusus menghasilkan insulin disisipkan kedalam DNA bakteri yang daya perkembangannya tinggi

Kapasitas suatu biomaterial seperti enzim tergantung banyak faktor, termasuk suhu, subtrat, dan pH. Secara sederhananya faktor-faktor paling cocooklah yang mampu meningkatkan kulaitas kerja enzim yang terlibat dalam kemampuan suatu mikrooragnsme mengubah singkong menjadi bioetanol. Berikut grafik 1 sederhana yang bisa dipahami.

optimalisasi enzim

Grafik 1. Aktivitas kerja enzim dalam mengubah singkong menjadi bioetanol dipengaruhi oleh pH, subtrat, dan suhu

Masalah seperti sulitnya menanam singkong dan alasan musim yang dapat mempengaruhi produksi singkong, itu semua dapat diakali. Kita bisa memanfaatkan teknologi kultur jaringan dan genetika molekular dengan menciptakan tanaman transgenik. Teknologi kultur jaringan memudahkan kita untuk menghasilkan tunas-tunas singkong baru yang berkualitas. Menjadikan pasokan bibit singkong berkualitas yang terus ada. Skema 3 berikut menampilkan bagaimana ilmuwan menciptakan tanaman transgenik yang mampu menghasilkan tanaman kebal terhadap serangan hama. Dasarnya sama apabila digunakan untuk menciptakan tanaman singkong berkualitas super seperti yang diharapakan. Intinya dengan penyisipan gen khusus dengan perantara plasmid.

proses pembuatan tanaman transgenik

Skema 3. Gen khusus yang menyadi kemampuan memproduksi racun Bt di sisipkan kedalam DNA tanaman kedelai

Skema 4 berikut menampilkan teknik sederhana kultur jaringan. Melalui teknik ini perbanyakan tanaman berkualitas menjadi sangat mudah dan memungkinkan jika diproduksi, maka pasokan ke para petani singkong menjadi mudah dan tak terbatas.

teknik kultur jaringan

Skema 4. Jaringan yang bersifat meristem pada wortel, misalnya umbi akar dapat diambil kecil-kecil untuk selanjutnya dikultur dengan penambahan media khusus kultur. Prinsipnya sama apabila ingin mengkultur singkong.

Segala hal menjadi masuk akal dengan teknologi gen, bayangkan domba aja bisa dicetak (dikloning). Hanya perlu mengotak-atik sedikit aja gen pada tanaman singkong maka nanti bisa dihasilkan tanaman unggul yang dapat terus menghasilkan umbi di segala tempat tanam dan berbagai musim. Ini bukan khayalan saya aja karena teknologi gen semua bisa mungkin. Mengingat gen merupakan sandi genetik, semua bisa terjadi pada mahluk hidup sampai virus pun. Perlu diketahui dulunya sain merupakan khayalan tingkat tinggi. Albert Einstien aja pernah menghayal menaiki cahaya dan mimpinya pun menjadi kenyataan walaupun hanya berupa teori yang masuk akal terwujud nyata dimasa depan nanti.

Kebetulan skripsi saya berkaitan dengan memanfaatkan suatu mikroorganisme penghancur serabut sampah menjadi bahan yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang mudah dijadikan bietanol. Dari sini saya dan kawan-kawan lainnya di berbagai tempat di Indoneisa sudah lebih dari cukup memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Kita ini hanya butuh kepercayaan saja dari pemerintah saja, maka saya dan kawan-kawan ilmuwan Indonesia yakin bisa mewujudkan hal ini. Di Negara maju ilmuwan sangat didukung untuk berkembang dengan bukti mereka mengkhususkan anggaran untuk proyek-proyek sain yang sangat besar. Memuwujudkan peralihan bahan bakar fosil menjadi bahan bakar terbarukan di Indonesia bagi kita adalah mudah bila ada dukungan penuh dari pemerintah. Kedepannya, dimasa yang akan datang dengan perkembangan teknologi dapat semakin memudahkan memproduksi energi alternatif jenis ini.

Kalau kita perhatikan tempat-tempat pengumpulan sampah yang baunya dan tumpukannya sungguh sangat menggangu dan menjadi masalah. Sampah ini sebagian besar merupakan sampah organik. Sampah ini menjadikan sumber daya alam yang melimpah dan saat ini negara ini kerepotan mengolahnya. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut sampah organik tak berguna itu dapat diubah menjadi energi alternatif bioetanol sehingga akan menjadi keuntungan berlipat luar biasa bagi Indonesia. Bayangkan saja betapa melimpahnya bietanol yang akan diproduksi dengan pasokan sampah organik yang tidak ada hentinya di Indonesia. Keberhasilan teknologi ini juga dapat mengerakan para petani menanam singkong untuk bahan baku bioetanol. Dengan dihasilkan singkong unggulan super hasil teknologi gen. Terlebih dahulu dengan menghargai produksi singkong dari petani yang dapat mensejahterakan kualitas kehidupan mereka. Bisa dimungkinkan akan terjadi peralihan pertamina 100 persen ke bahan bakar bio yang selama ini berasal dari energi fosil yang pasti kedepannya akan habis. Nah selanjutnya teknologi pasti akan menyusaikan diri dengan peralihan bahan bakar terbarukan ini. Melihat sejarah bahwa dulu teknologi permesinan berawal dari bahan bakar fosil, tidak dipungkiri sejarah akan terulang kembali dengan peletakan dasar bahan bakar terbarukan, yaitu yang berpusat di Indonesia.

Selain bahan bakar cair terbarukan, saya masih ingat berita disuatu tempat di Indonesia, dengan menggunakan kotoran sapi dalam tabung reaktor sederhana berupa drum bekas dapat dihasilkan biogas. Keuntungannya adalah tidak risau akan kenaikan harga elpiji yang terus melonjak tak pasti. Biogas merupakan gas yang dihasilkan melalui proses perombakan bahan organik yang harus bebas dari kehadiran oksigen. Gas yang dihasilkan tergolong gas metan, hidrogen dan karbon monoksida yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang bersifat terbarukan sehingga dapat diproduksi terus menerus dan kandidat bahan bakar masa depan. Jika ada suatu badan pengolahan dari pemerintah, bisa dibayangkan setiap tempat di Indonesia bisa disalurkan energi alternatif biogas. Bahkan bisa dimungkinkan kelebihan biogas apalagi dengan tambahan gas alam bisa diekspor keluar negeri. Skema 5 berikut menujukkan produksi biogas. Anggaplah sapi dan manusia kotoranya disalurkan pada tempat penampungan yang sama. Bagi yang penasaran dapat lihat video di yotube berikut.

proses pembentukan biogas

Skema 5. Kotoran sapai masuk ke penampungan khusus yang disebut reaktor biogas. Selanjutnaya mikroba akan mengubahnya menjadi biogas.

Kebanyakan karya ilmuwan hanya mandek di jurnal-jurnal ilmiah dan tidak pernah digeberkan atau diproduksi di Indonesia. Saya akui karya mereka sungguh inovatif dan kreatif sehingga menjadi sumber paten yang luar biasa. Seharusnya pemerintah juga mefasilitasinya sehingga menajadi produk paten asli Indonesia dan mungkin bisa diekspor juga. Dengar-dengar, negara asing yang justru memata-matai karya ilmuwan di Indonesia dengan kecurigaan saya untuk dimanfaatkan di negaranya sendiri atau sebenarnya digunakan untuk mempelajari perkemabangan sain di Indonesia.

Dari itu semua dapat disimpulkan bahwa kendala-kendala perkembangan energi alternatif di Indonesia dapat diselesaikan. Melimpahnya sumber daya manusia dan alam di Indonesia sudah cukup untuk memajukan teknologi energi terbarukan ini. Saya kira kawan-kawan ilmuwan lainnya optimis dan percaya diri dengan edialismenya ini, terbukti dengan munculnya banyak forum-forum di blog dan sosial media membahas tentang energi terbarukan dan perkembangan sain di Indonesia. Kebanyakan mereka sangat luar biasa bersemangat namun belum ada wadah mengembangkan menjadi kenyataan di republik ini.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”.-Wahyu Hidayat, S.Si

2 Comments to “Kaum Muda Bicara Indonesia: Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?”

  1. tulisan yg sangat bermanfaat

    salam
    Omjay

  2. thanks, salam juga dari sya.:),

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: