Hidup dibawah Tekanan

Laut dalam memiliki tekanan yang luar biasa disebabkan oleh berat air lautan yang menutupi di atasnya. Alasan inilah, mengapa sedikit yang kita ketahui dari laut dalam (deep sea). Masih ingatkah dengan sutradara yang terkenal dengan film Tetanic dan Avatar yang baru-baru ini beralih dengan mengekplorasi kedalaman lautan (Deep sea explorer). Sepertinya James Cameron ini mencari inspirasi baru tentang film barunya dimassa depan. Rekaman-rekaman tentang mahkluk-mkhluk dasar laut dalam ini merupakan sumbangan besar terhadap ilmu pengetahuan terutama kehidupan dasar laut dalam.

Mengekplorasi lautan dalam diperlukan peralatan yang tahan terhadap tekanan air yang besar sehingga berbiaya maha untuk mendapatkan alat ini, seperti kapal selam & kamera canggih dll. Kapal selam jarang diproduksi dan biasanya melalui pemesanan atau buat sendiri sesuai keinginan. Konstruksi kapal selam harus tahan terhadap tekanan lebh dari 1000 atmosfer (14.700 psi). Kesulitan lainnya adalah membawa sampel hidup hewan ini ke permukaan. Biasanya sampel yang diperoleh dalam keadaan mati dikarenakan tidak mampu menghadapi perubahan tekanan yang drastis. Tapi bias diakalin oleh para ilmuwan dengan menciptakan wadah khusus. Nah, mealui wadah ini, hewan-hewan tersebut dapat di teliti namun sangat mefrustasikan juga.

Tekanan ini sangat penting bagi kehidupan organisme laut dalam. Salah satu contohnya adalah tidak adanya gelembung renang pada kebayakan ikan laut dalam. Kemungkinan hal ini terjadi karena dibutuhkan energi yang besar untuk mengisi gelembung ini dengan gas pada tekanan seperti itu. Sesuai dengan ketersedian makanan, maka tekanan ini merupakan factor yang menyebabkan terjadinya zonasi lautan dalam. Lutan dalam dibagi menjadi zona batipelagik, abisopelagik, dan hadopelagik.

Organisme lautan dangkal memilik enzim yang mengontrol metabolism tetapi sangat dipengaruhi oleh tekanan dan tidak akan gagal berfungsi ketika berada pada tekanan lautan dalam. Orgainisme laut dalam memiliki banyak enzim yang tahan terhadap tekanan tinggi. Sealin itu terdapat konsentrasi tinggi senyawa-senyawa kimia yang membantu menstabilkan kerja enzim ini. Adapatasi molekuler seperti inilah yang membuat organisme lau dalam mampu bertahan dibawah tekanan yang dapat membunuh kita.

Kemungkina tekanan inilah yang menjadi pembatas dari range organisme dasar lutan dalam. Jumlah spesies semakin berkurang menurut kedalaman laut. Berdasarkan catatan organimse invertebrate terdalam yang dapat ditemukan pada 8.370 (27.460 ft) di palung Mariana. Palung ini merupakan lokasi terdalam di samudra (Whj).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: