Mikroteknik Hewan

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan penarikan molekul air dari dalam jaringan. Digunakan untuk preparasi yang akan diproses dengan metode parafin atau seleodin. Tahap ini dilakukan setelah proses pencucian selesai. Senyawa kimia yang digunakan antara lain etanol, alkohol, etil alkohol (secara bertingkat), aseton dengan panas. Bila menggunakan dioxan maka bisa digunkan dalam;

  • Dioxan 50 % selama 3 jam
  • Dioxan murni selama 3 jam

Volume dehidran yang digunakan adalah 10 x volume jaringan.

Clearing atau penjernihan

Clearing merupakan proses membuat potongan jaringan supaya jernih atau transparan (bila perlu dilakukan dealkoholisasi). Proses ini dilakukan setelah dehidrasi selesai. Senyawa kimia yang digunakan harus dapat bercampur dengan dehidran, parafin (apabila akan diproses dengan metode parafin). Macam-macam senyawa clearing:

  • Xylol/ xylene: proses cepat, sulit untuk transparan betul, dan apabila terlalu lama disimpan akan rapuh.
  • Toluol/ toluene: proses cepat, hasilnya jernih menyakinkan, tidak menyebabkan kerasnya jaringan (kecuali disimpan terlalu lama), dan hanya untuk potongan jaringan dengan dehidran alkohol absolut.
  • Minyak cedar: sedikit mengkerutkan jaringan, dapat menjernihkan jaringan dengan dehidran alkohol 95 %, bagus untuk jaringan SNC dan kelenjar limfa, proses lambat, dan sebelum dimasukkan kedalam parafin harus dimasukkan dulu ke benzen atau xylol selam ½-1 jam.
  • Chloroform: sedikit mengkerutkan jaringan, dapat digunakan untuk jaringan-jaringan yang besar, mahal, dan sulit dipindahkan keparafin (perlu pengantian parafin murni 3-4 x).
  • Minyak cengkeh idem dengan nomer 4.
  • Anilin oil (minyak anilin): proses cepat, sedikit mengkerutkan jaringan, dapat dipindahkan langsung ke alkohol 70 % dan sukar dipindahkan ke parafin.
  • N-butyl alkohol: baik untuk objek yang keras dan padat dan prosesnya lama.

Infiltrasi Parafin

Sebelum diinfiltrasi keparafin, adaptasikan jaringan pada lingkungan parafin. Dilakukan pengusiran zat penjernih dari jaringan. Proses ini dilakukan setelah proses clearing selesai melalui. Tahapan-tahapan infiltrasi meliputi:

  • Zat penjernih + parafin murni (1:1) selama 10-30 menit
  • Parafin murni I selama 30-60 menit
  • Parafin murni II selama 30-60 menit
  • Parafin murni III selama 30-60 menit

Proses infiltrasi dilakukan dalam oven bersuhu 56 oC dengan parafin yang dipilih dengan titik cair 50-56 oC atau mengunakan campuran parafin dengan titik cair 56-48 oC dan 60-65 oC. Lama proses tergantung dari jenis dan ukuran jaringan. Misal kulit dan saraf diinfiltrasi pelan oleh parafin dan otot, jaringan fibrosa, jaringan darah, jaringan fibrin dapat cepat mengeras dalam parafin.

Embeding

Embeding merupakan penanaman potongan jaringan kedalam parafin murni dalam hal ini konsistensi memungkinkan untuk diiris dengan pisau mikrotom. Digunakan titik cair parafin embeding sama dengan titik cair parafin infiltrasi. Proses dilakukan saat menanamkan diluar oven.

Mounting

Mounting merupakan proses penutupan sediaan mikroskopis. Syarat-syarat media untuk mounting (mountan) harus:
1. Dapat merekatkan irisan jaringan dengan jaringan dan atau gelas benda dengan gelas penutup.
2. Mempunyai index refraksi tertentu
3. Tidak berwarna
4. Bersifat netral.
5. Bersifat aquosa dan non aquosa:
a. Aquosa : untuk sediaan lemak, eg. medium farrant, medium glychrogel
b. Non aquosa: eg. clearmount, crystalite, DPX, emexel, flourmount, mountan michrome, SQD. Balsam, entelan, canada balsam

Pemotongan Blok Parafin

Alat dan bahan:
1. Blok
2. Mikrotom dengan pisau baja, holder dari kayu (pemegang blok)
3. Sudut yang terbentuk

Kegagalan-kegagalan dalam pengirisan:
1. Pita yang terbentuk melengkung: blok tak sejajar dengan sisi atas bawahnya (harus disejajarkan), tajam pisau (geser), dan panas blok (dinginkan).
2. Irisan tebal-tipis: blok panas (dinginkan), blok retak (ulangi embedding), pisau tidak erat terpasang (kencangkan), mata pisau retak (ganti pisau), dan mikrotom rusak (harus diperbaiki dulu).
3. Irisan menggembung ditengah: parafin dingin ditengah dan panas diluar, pisau yang tajam hanya ditengah, parafin infiltrasi tidak sam dengan parafin blok, masih tersisa clearing agen.
4. Bagiann jaringan hancur atau lepas dari parafin: dehidran/ clearing/ infiltrasi tidak sempurna, jaringan terlalu lama dalam oven (tidak bisa dipakai lagi).
5. Pita yang terbentuk pecah dua: ada bagian pisau yang retak (harus ganti pisau), ada benda keras dalam jaringan (tanam lagi, diambil benda yang mengganggu dengan jarum)
6. Pita yang terbentuk terangkat dari blok: pasang lampu spertus, tak ada sudut clearence (ubah sudut pisau), tepi atau blok penuh serutan parafin (bersihkan dari pisau)
7. Pisau yang terbentuk mengkerut: parafin blok lunak, pisau tumpul, suhu blok lebih panas daripada suhu kamar

wahju hidayat/Departement of Biology-UNS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: