SELEKSI ALAM MERUPAKAN PEMICU TERJADINYA EVOLUSI

SELEKSI ALAM MERUPAKAN PEMICU EVOLUSI
Gambar: 1. Large cactus finch (Geospiza conirostris), 2. Large ground finch (G. magnirostris), 3. Medium ground finch (Geospiza fortis), 4. Cactus finch (G. scandens), 5. Sharp-beaked ground finch (G. difficilis), 6. Small ground finch (G. fuliginosa), 7. Woodpecker finch (Cactospiza pallida), 8. Vegetarian tree finch (Platyspiza crassirostris), 9. Medium tree finch (Camarhynchus pauper), 10. Large tree finch (Camarhynchus psittacula), 11. Small tree finch (C. parvulus), 12. Warbler finch (Certhidia olivacea), a

Sumber: people.eku.edu

Seleksi alam melibatkan proses dimana suatu spesies beradapatasi terhadap lingkungannya. Seleksi alam menyebabkan perubahan evolusioner ketika suatu individu dengan karakteristik tertentu memiliki kemampuan bertahan hidup atau mampu bereproduksi yang tinggi daripada individu lainnya dalam suatu populasi dan karakteristik genetik diwariskan kepada keturunannya. Sederhananya, seleksi alam merupakan perbedaan yang konsisten dalam kemampuan bertahan hidup dan reproduksi antara genotip yang berbeda, atau gen yang berbeda, dimana kita bisa menyebutnya kesuksesan reproduksi (genotip merupakan sekelompok organisme yang berbagi genetik tertentu).

Alasan mengapa natural seleksi menjadi penting adalah menjadi pusat ide pikiran. Berasal dari Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace yang menjelaskan suatu disain di alam. Seleksi alam merupakan salah satu proses yang bertanggung jawab untuk adaptasi evolusi dari suatu organisme terhadap lingkunganya.

Buku Darwin yang berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selestion cukup menimbulkan kontrovesi ketika muncul pada tahun 1859. Bukti yang mendukung teori evolusi dan seleksi alam telah terakumulasi dari waktu-kewaktu dan sekarang ilmu pengetahuan menerima ovolusi yang merupakan fakta dan seleksi alam menjelaskan sangat baik bagaimana adaptasi evolusi terjadi.

Gambar: Charles Darwin mempelajari variasi paruh pada burung finch di kepulauan Galapagos sebagai bukti adanya seleksi alam. Illustration from BSCS, Biological Science: Molecules to Man, 1963.

Sumber: faktailmiah.com

Seleksi alam bukan satu-satunya mekanisme dari evolusi. Tidak mungkin ada evolusi tanpa variasi genetik pada tempat pertama. Jadi, harus terdapat mutasi dan sering terjadi rekombinan untuk menghasilkan genotip yang berbeda atau versi gen yang berbeda, yang dikenal sebagai alel, dimana yang kemudian menjadi mungkin atau tidak mungkin membuat perbedaan dalam kemampuan organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Suatu organisme tidak dapat memeiliki perubahan evolusioner apapun tanpa adanya mutasi dan mungkin peristiwa rekombinasi dapat menimbulkan variasi genetik. Apabila organisme memeliki variasi genetik, maka pada dasarnya terdapat dua kemungkinan:

  • Pertama, tidak ada perbedaan yang cukup antara genotip yang berbeda atau gen yang berbeda pada dampaknya terhadap kemampuan bertahan hidup atau kemampuan bereproduksi dan pada kasus ini, terdapat perubahan acak dari satu spesies debandingkan tipe lainnya didalam satu populasi atau suatu spesies pada akhirnnya digantikan oleh spesies lainnya. Ini merupakan perubahan evolusioner. Itu semuanya terjadi secara kebetulan dengan fluktuasi yang acak. Proses inilah yang disebut pergeseran genetik.
  • Pergeseran genetik sangat berbeda dari kemungkinan nomor dua, sleksi alam, dimana lebih konsisten, dapat diprediksi, tergantung dari perubahan dalam proporsi satu gen dibandingkan dengan gen lainnya, satu genotip dibandingkan dengan lainnya. Terdapat konsistensi yang unggul sebagai jalan salah satu genotip dibandingkan dengan lainnya dalam beberapa sifat dimana akan mempengaruhi kemampuan bertahan hidup atau beberapa sifat yang mempengaruhi kamampuan reproduksi.

Seleksi alam kadang menyebabkan munculnya spesies baru tetapi tidak selalu demikian. Banyak kejadian evolusi tanpa melalui seleksi alam dapat terjadi tanpa pembentukan spesies baru. Seleksi alam hanya proses dari adaptasi didalam suatu spesies dan banyak sekali contohnya. Dalam beberapa kondisi, seleksi alam memainkan peran dalam asal-usul spesies baru dengan pemecahan dari satu keturunan spesies menjadi dua garis keturunan yang berbeda dimana tidak dapat saling kawin dengan satu sama lain. Proses pemecahan dan isolasi reproduksi, yaitu ketidakmampuan berkembang biak dengan satu dengan lainnya sering melibatkan seleksi alam tetapi mungkin tidak selalu.

Slogan “siapa yang kuat dia yang menang” merupakan slogan yang tidak tepat. Pertama-tama, tidak terdapat penjelasan yang memadai tentang apa yang terjadi di alam karena dua alasan:

      • Kadang tidak ada tipe spesies terkuat. Mungkin ada beberapa tipe yang berbeda dimana sama kuatnya untuk alasan yang berbeda. Munkin mereka telah disesuaikan dengan aspek yang berbeda dari linkungannya. Salah satunya tidak adanya pengantian dengan spesies lainnya karena masing-masing memiliki tempat yang cocok dilingkungannya.
      • Selain itu, bukan hanya sekedar masalah mampu bertahan hidup. Seleksi alam merupakan perbedaan dalam keberhasilan bereproduksi yang melibatkan baik kemaampuan bertahan hidup sampai umur reproduksi dan kemudian kapasitas dalam reproduksi.

Contoh kejadian seleksi alam memicu terjadinya evolusi salah satunya adalah apel belatung lalat. Sekitar 100 tahun yang lalu mulai menjadi hama yang serius pada kebun apel di Inggris dan New York State. Sekarang telah menjadi ancaman pada sebagian besar Amerika Serikat bagian Utara. Pada mulanya makanan utamanya adalah buah hawthorn, tetapi kemudian menyesuaikan diri pada apel dan hal ini menjadi ancaman serius pada industri. Kejadian ini merupakan perubahan genetik yang diakibatkan oleh seleksi alam. Mungkin yang menjadi yang sangat penting adalah isu dalam pertanian dari waktu-kewaktu; evolusi dari ratusan spesies serangga yang resisten terhadap beragam insektisida. Serangga kemudian menjadi sulit dan slebih sulit untuk dikontrol. Lebih dekat dirumah dan lebih serius lagi, merupakan krisis tunggal terbesar dalam obat-obatan: resistensi terhadap antibiotik. Faktanya sejumlah besar bakteria paling berbahaya dan virus telah berevolusi menjadi resisten terhadap antibiotik atau obat-obat lainnya yang sebelumnya digunakan sebagai lawan efektif mereka. Sebuah contoh nyata adalah virus HIV, dimana kita ketahui mampu berkembang pesat untuk resisten terhadap obat yang dahulu efektif mengobati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: