Enviromental Science: Biogas

BIOGAS

Gambar: Jalur pembentukan Biogas

Biogas biasanya mengacu pada gas biologis yang dihasilkan oleh pemecahan bahan organik tanpa adanya oksigen. Biogas berasal dari bahan biogenik dan merupakan jenis biofuel (Anonim, 2010). Biogas yang dihasilkan oleh pencernaan anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan biodegradable seperti biomassa, pupuk kandang, kotoran, limbah perkotaan, limbah hijau dan energi tanaman. Jenis biogas ini terutama terdiri dari metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) (dari National Non-Food Crops Centre). Gas metan, hidrogen dan karbon monoksida dapat dibakar atau dioksidasi dengan oksigen. Pelepasan energi ini memungkinkan biogas untuk digunakan sebagai bahan bakar. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar berbiaya rendah di negara manapun untuk tujuan pemanasan, seperti memasak. Biogas adalah bahan bakar terbarukan, sehingga memenuhi syarat untuk subsidi energi terbarukan di beberapa bagian dunia (dari Claverton Energy Conference).

Biogas dapat diproduksi menggunakan Tangki anaerobik. Selama proses, sebuah tangki kedap udara mengubah biomas sampah atau limbah biodegradable termasuk limbah lumpur dan sampah makanan menjadi metan yang dapat digunakan untuk pemanas, listrik, dan banyak operasi lain yang menggunakan variasi dari mesin pembakaran internal (dari State Energy Conservation Office (Texas)). Ada dua proses utama yaitu, pencernaan Mesophilic dan Thermophilic (dari Be Green – Make Gas ).

Gas TPA (Tempat Pemprosesan Akhir) yang dihasilkan oleh sampah organik basah yang membusuk dalam kondisi anaerob di tempat pembuangan sampah (dari Biogas – Bioenergy Association of New Zealand (BANZ)). Limbah ditutupi dan mendapat tekanan mekanik dengan beban materi yang disetorkan dari atas sehingga mencegah pemaparan oksigen memungkinkan mikroba anaerobik untuk berkembang. Gas yang dihasilkan menumpuk dan secara perlahan dilepaskan ke atmosfir jika tempat TPA belum direkayasa untuk menangkap gas tersebut. Gas TPA berbahaya untuk tiga alasan utama.. Gas TPA dapat meledak ketika lolos dari TPA dan bercampur dengan oksigen (dari LFG energy projects). Metana dalam biogas mempunyai kekuatan 20 kali lebih kuat sebagai gas rumah kaca daripada karbon dioksida. Oleh karena itu gas TPA yang lolos ke atmosfir dapat secara signifikan berkontribusi pada efek pemanasan global. Selain gas TPA, senyawa organik yang mudah menguap (VOCs) yang terkandung dalam gas TPA berkontribusi pada pembentukan kabut fotokimia (dari Safety Page, Beginners Guide to Biogas).

Komposisi Biogas (dari Basic Information on Biogas)

  • Komposisi Khas biogas
  • Methane (CH4) 50-75%
  • Karbondioksida (CO 2) 25-50%
  • Nitrogen (N 2) 0-10%
  • Hidrogen (H 2) 0-1%
  • Hidrogen sulfida (H 2 S) 00-3%
  • Oksigen (O 2) 0-2%
  • Komposisi biogas bervariasi tergantung pada asal-usul proses pencernaan anaerobik.Teknologi pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75% CH 4 atau yang lebih tinggi di situ menggunakan teknik pemurnian (Richards, 1994).

    Aplikasi Biogas

    Biogas dapat dimanfaatkan untuk produksi listrik pada daerah penghasil limbah dalam mesin gas CHP, di mana limbah panas dari mesin ini bisa digunakan untuk memasak; ruang pemanas, pemanas air dan proses pemanasan (dari Claverton Energy Conference).

    wahju hidayat/Departement of Science: Biology-UNS

One Comment to “Enviromental Science: Biogas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: