Molecular Biology: Struktur dan Fungsi Materi Genetik (DNA)

Struktur dan Fungsi Materi Genetik (DNA)

Gambar 1: struktur DNA

Sumber: evolution.berkeley.edu

Pada tahun 1953, James Watson and Francis Crick telah membuka wawasan baru tentang penemuan model struktur DNA. Publikasi dari model double heliks DNA ini disusun berdasarkan penemuan:

  1. Penemuan struktur asam nukleat dari Pauling & Corey
  2. Pola difraksi DNA (Single-crystal X-ray analysis) dari Wilkins &Franklin
  3. Pola perbandingan jumlah A-T, G-C (1:1) dari Chargaff atau dikenal

sebagai Hukum Ekivalen Chargaff:

  • Jumlah purin sama dengan pirimidin
  • Banyaknya adenin sama dengan timin, juga jumlah glisin sama dengan sitosin.

DNA terbentuk dari empat tipe nukleotida, yang berikatan secara kovalen membentuk rantai polinukleotida (rantai DNA atau benang DNA) dengan tulang punggung gula-fosfat tempat melekatnya basa-basa. Dua rantai polinukleotida saling berikatan melalui ikatan hydrogen antara basabasa nitrogen dari rantai yang berbeda. Semua basa berada di dalam double helix dan tulangpunggung gula-fosfat berada di bagian luar. Purin selalu berpasangan dengan pirimidin (A-T, G-C). Perpasangan secara komplemen tersebut memungkinkan pasangan basa dikemas dengan susunan yang paling sesuai. Hal ini bisa terjadi bila kedua rantai polinukleotida tersusun secara antiparalelwahju S. hidayat/Departement of Biology-UNS

2 Comments to “Molecular Biology: Struktur dan Fungsi Materi Genetik (DNA)”

  1. ini lah salah satu bikti penciptaan Allah SWT…

  2. inilah salah satu bukti penciptaan Allah SWT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: