December 24, 2014

Wowww!!!..Pemakan Besi (Deltaproteobacteria)

Salam I.M.A.J.I.N.A.S.I.!!!.Bisa dipikirkan bahwa segala sesuatu di atas permukaan bumi ini bisa dirombak & tidak ada yang sia-sia, contohnya saja besi, bahkan menjadi sumber makanan bagi Deltaproteobacteria. Deltaproteobacteria bukanlah termasuk kelompok besar bakteri, namun memiliki kesamaan dengan proteobacteria yang memilki beragam tipe metabolisme.

Desulfovibrio merupakan mikroba pereduksi sulfat berperan penting dalam siklus sulfur. Bakteri ini merupakan bagian penting pada komunitas bakteri pada sedimen sungai tercemar dan pengolahan limbah di laguna. Kehadirannya ditandai dengan bau busuk hydrogen sulfide yang dilepaskan selama respirasi anaerobic. Hidrogen sulfide bereaksi dengan besi untuk membentuk besi sulfide. Jadi, bakteri pereduksi sulfat berperan penting pada peristiwa korosi pipa besi pada sistem pemanas, saluran limbah, dan struktur industri lainnya.

Selain itu ada Bdellovibrio yang tidak bersifat patogenik pada eukariota, tetapi menyerang bakteri gram negatif lainnya. Bakteri ini memiliki siklus hidup yang komplek dan tidak biasa (skema)

  1. Bdellovibrio berenang cepat melalu medium sampai terbentur dengan bakteri gram negatif
  2. Dengan cepat menggebor dinding sel mangsanya melalui sekresi enzim hidrolitik dan berputar dengan 100 putaran perdetik
  3. Setelah masuk, Bdellovibrio hidup didalam ruang periplasma (ruang antara membran sitoplasma dan dinding sel. Kemudian membunuh inang dengan mengacaukan membran sitoplasma inang dan menghambat sintesis DNA, RNA dan protein
  4. Bakteri ini menggunakan nutrient yang dilepaskan dari mangsa yang sekarat dan tumbuh menjadi filament panjang.
  5. Pada akhirnya, filament panjang ini membelah diri menjadi sel-sel yang lebih kecil. Setiap sel yang dilepaskan dari sel mangsa yang mati menghasilkan flagella dan berenang keluar selanjutnya mengulangi proses ini. Pembelahan Multiple untuk menghasilkan banyak keturunan merupakan reproduksi yang jarang dilakukan oleh bakteri ini.


Skema 1 : Siklus Hidup Bdellovibrio

Ada juga Myxobacteria, merupakan bakteri gram negatif, aerobik, berdiam ditanah denga siklus hidup prokariotik yang unik. Setiap individu spesies saling bekrjasama untuk menghasilkan struktur reproduksi yang berbeda. Siklus kehidupan myxobacteria dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Myxobacteria vegetatif meluncur pada jejak berlendir dilingkungannya, mencerna yeast dan bakteri lainnya atau memakan sisa-sisa nutrisi yang dikeluarkan oleh sel yang mati. Ketika nutrient dan sel melimpah, myxobacteria membelah diri secara biner, tetapi ketika nutrient habis mereka membentuk agegrat seperti gundukan sel.
  2. Myxobacteria didalam gundukan terdeferensiasi menjadi bentuk mikroskopik (badan buah) (skema) kira-kira setinggi 50 sampai 700 mikro.
  3. Beberapa sel didalam badan buah berkemabang menjadi myxospora yang dorman dan dilapisi oleh struktur berdinding yang disebut sporangia (tunggal: sporangium).
  4. Sporangia ini melepaskan myxospora yang dapat bertahan dari kekeringan dan nutrisi yang sedikit selama bebrepa decade atau lebih
  5. Ketika nutrient melimpah kembali, myxospora berkecambah kembali dan menjadi vegetatif kembali.

Skema 2: Siklus hidup Myxobacteria

Myxobacteria hidup ditanah yang mengalami pembusukkan material  tumbuhan atau kotoran hewan. Spesies tertentu dapat hidup di artika dan tempat tropis lainnya. Kebanyakkan myxobacteria mendiami wilayah temperate. (Chul-Entech Indonesia)

November 28, 2014

Eksistensi Hati Petualang III

???????????????????????????????

Hitam-putih masa depan tidak akan kembali kecuali kepada orang yang menjalaninya. Sejauh mana kita bisa memanfaatkan waktu itu, maka seperti itulah masa depan yang akan dijumpai nanti. Bagaimana pun waktu terus merambat, dan tiap-tiap hari punya ceritanya sendiri.

Waktu terus bergulir, perubahan demi perubahan terus berjalan. Sementara itu kita tidak pernah tahu akan nasib diri di esok hari. Masihkah kita punya jatah hidup? Atau jatah itu habis tepat di esok hari? Wallahu a’lam.

Seorang hamba yang sedang meniti jalan takwa akan terus berjalan. Di satu titik dia berhenti untuk menengok ke belakang, memperhatikan sejauh mana dia telah menempuh perjalanan. Kemudian dia berjalan kembali. Di titik berikutnya, dia berhenti kembali untuk menengok ke belakang. Begitu seterusnya. Tidak henti-hentinya diri menghitung diri.

Teringat nasihat berharga dari salah seorang pilar umat ini, Umar bin Khathab ra. Beliau berkata: “Hitung-hitunglah diri kalian sebelum (kelak) kalian akan dihitung (di hari perhitungan)” . Dengan menghayati petunjuk-petunjuk keimanan ini, kita akan selalu waspada. Setiap satuan waktu tidak kita biarkan berlalu tanpa kebaikan.

-Surakarta, Jum’at, 28 November 2014