January 5, 2017

Masalah Internasioanal

croppercapture13

1/5/2017-Ini hampir sama dengan kasus di Indonesia beberapa tahun yang lalu, Kerusakan Habitat dan ketidak seimbangan ekosistem. Sudah jelas bahwa sistem pertanian monokultur terus menerus itu sangat rentan dengan peledakan hama. Ditambah lagi penggunaan pupuk sintetik, pestisida dan lagi cuaca.

Seharusnya kalau berkaitan dengan pangan itu urusannya internasional. Walaupun itu ada studi tentang perilaku, distribusi, ataupun isolasi geografis untuk kupu2 sebagai bentuk dewasanya, bukan alasan untuk penyerahan total segala urusan bagi negara yang terjangkit.

Saya curiga, bahwa dunia modern saat ini “mengharuskan” setiap negara harus individualis. Perlu di Ingat bahwa ada seseuatu yang tidak boleh diindividualiskan dan itu adalah pangan.

Kalau kita berpikir secara internasional, biarakan saja, toh daya lenting lingkungan akan memainkan perannya. Meledaknya populasi ulat tidak diimbangi dengan sumber makanannya, jagung. Kalupun sampai bermetamorphosis menjadi kupu2, sumber makanan tetap saja tidak akan mencukupi. Jelas, populasi akan menurun.

Kembali ke mekanisme alam berkaitan dengan wabah merupakan langkah yang tepat daripada penggunaan pestisida ribuan liter untuk ladang jagung ribuan hektar, kemudian kekacauan lingkungan. Sekarang kita mau berbikir manusia sebagai pusat alam semesta atau dari sisi ulatnya. Manusia serakah, ulat serakah, biarkan alam yang menghukum. Kalau masalah bahaya kelaparan dunia internasional bisa memberi makan…kalau sadar…whj

December 24, 2014

Wowww!!!..Pemakan Besi (Deltaproteobacteria)

Salam I.M.A.J.I.N.A.S.I.!!!.Bisa dipikirkan bahwa segala sesuatu di atas permukaan bumi ini bisa dirombak & tidak ada yang sia-sia, contohnya saja besi, bahkan menjadi sumber makanan bagi Deltaproteobacteria. Deltaproteobacteria bukanlah termasuk kelompok besar bakteri, namun memiliki kesamaan dengan proteobacteria yang memilki beragam tipe metabolisme.

Desulfovibrio merupakan mikroba pereduksi sulfat berperan penting dalam siklus sulfur. Bakteri ini merupakan bagian penting pada komunitas bakteri pada sedimen sungai tercemar dan pengolahan limbah di laguna. Kehadirannya ditandai dengan bau busuk hydrogen sulfide yang dilepaskan selama respirasi anaerobic. Hidrogen sulfide bereaksi dengan besi untuk membentuk besi sulfide. Jadi, bakteri pereduksi sulfat berperan penting pada peristiwa korosi pipa besi pada sistem pemanas, saluran limbah, dan struktur industri lainnya.

Selain itu ada Bdellovibrio yang tidak bersifat patogenik pada eukariota, tetapi menyerang bakteri gram negatif lainnya. Bakteri ini memiliki siklus hidup yang komplek dan tidak biasa (skema)

  1. Bdellovibrio berenang cepat melalu medium sampai terbentur dengan bakteri gram negatif
  2. Dengan cepat menggebor dinding sel mangsanya melalui sekresi enzim hidrolitik dan berputar dengan 100 putaran perdetik
  3. Setelah masuk, Bdellovibrio hidup didalam ruang periplasma (ruang antara membran sitoplasma dan dinding sel. Kemudian membunuh inang dengan mengacaukan membran sitoplasma inang dan menghambat sintesis DNA, RNA dan protein
  4. Bakteri ini menggunakan nutrient yang dilepaskan dari mangsa yang sekarat dan tumbuh menjadi filament panjang.
  5. Pada akhirnya, filament panjang ini membelah diri menjadi sel-sel yang lebih kecil. Setiap sel yang dilepaskan dari sel mangsa yang mati menghasilkan flagella dan berenang keluar selanjutnya mengulangi proses ini. Pembelahan Multiple untuk menghasilkan banyak keturunan merupakan reproduksi yang jarang dilakukan oleh bakteri ini.


Skema 1 : Siklus Hidup Bdellovibrio

Ada juga Myxobacteria, merupakan bakteri gram negatif, aerobik, berdiam ditanah denga siklus hidup prokariotik yang unik. Setiap individu spesies saling bekrjasama untuk menghasilkan struktur reproduksi yang berbeda. Siklus kehidupan myxobacteria dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Myxobacteria vegetatif meluncur pada jejak berlendir dilingkungannya, mencerna yeast dan bakteri lainnya atau memakan sisa-sisa nutrisi yang dikeluarkan oleh sel yang mati. Ketika nutrient dan sel melimpah, myxobacteria membelah diri secara biner, tetapi ketika nutrient habis mereka membentuk agegrat seperti gundukan sel.
  2. Myxobacteria didalam gundukan terdeferensiasi menjadi bentuk mikroskopik (badan buah) (skema) kira-kira setinggi 50 sampai 700 mikro.
  3. Beberapa sel didalam badan buah berkemabang menjadi myxospora yang dorman dan dilapisi oleh struktur berdinding yang disebut sporangia (tunggal: sporangium).
  4. Sporangia ini melepaskan myxospora yang dapat bertahan dari kekeringan dan nutrisi yang sedikit selama bebrepa decade atau lebih
  5. Ketika nutrient melimpah kembali, myxospora berkecambah kembali dan menjadi vegetatif kembali.

Skema 2: Siklus hidup Myxobacteria

Myxobacteria hidup ditanah yang mengalami pembusukkan material  tumbuhan atau kotoran hewan. Spesies tertentu dapat hidup di artika dan tempat tropis lainnya. Kebanyakkan myxobacteria mendiami wilayah temperate. (Chul-Entech Indonesia)